PENGARUH MOTIVASI KERJA, WORK LIFE BALANCE DAN FLEKSIBILITAS KERJA TERHADAP KEPUASAN KINERJA KARYAWAN PADA ERA HYBRID WORKING
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh motivasi kerja, work life balance dan fleksibilitas kerja terhadap kepuasan kinerja karyawan pada era hybrid working. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan data primer kuantitatif, tahap uji yang dilakukan adalah: uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji T, uji F, dan koefisien determinasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dan data valid yang berhasil dikumpulkan sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kuesioner. Alat bantu pengujian yang digunakan adalah software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial variabel motivasi kerja (X1) dengan nilai sig 0,000 < 0,05, work life balance (X2) dengan nilai sig 0,001 < 0,05.serta fleksibilitas kerja (X3) dengan nilai sig 0,000 < 0,05 Artinya bahwa secara parsial motivasi kerja, work life balance dan fleksibilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kinerja karyawan. Sedangkan perhitungan secara simultan diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05. Artinya bahwa motivasi kerja, work life balance dan fleksibilitas kerja secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif terhadap kepuasan kinerja karyawan.
Downloads
References
[2] S. Fleetwood, “Why work–life balance now?,” Int. J. Hum. Resour. Manag., vol. 18, no. 3, pp. 387–400, 2007.
[3] G. SN, “Work-life balance-a systematic review,” Vilakshan-XIMB J. Manag., vol. 20, no. 2, pp. 258–276, 2023.
[4] M. Sihite, D. H. Perkasa, M. Magito, L. Yuliana, and A. S. Dwianto, “Kinerja Karyawan: Peran Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja Dan Fleksibilitas Kerja: Studi Kasus Driver Grab Di Jakarta Timur,” J. Bina Bangsa Ekon., vol. 17, no. 2, pp. 2164–2176, 2024.
[5] H. Aulia, I. M. Yusuf, and N. D. Ramadani, “Dampak Kerja dari Rumah (WFH) terhadap Efektivitas Pegawai Selama Pandemi Covid-19,” J. Sumber Daya Apar., 2021.
[6] L. Kartika, R. D. Indrawan, and R. Jayawinangun, “Analisis efektivitas program Work From Home (WFH) berbasis outcome masa pandemi Covid-19,” JABE (Journal Appl. Bus. Econ., vol. 7, no. 3, pp. 338–356, 2021.
[7] S. Handoko, F. Fauziah, and E. T. E. Handayani, “Implementasi data mining untuk menentukan tingkat penjualan paket data Telkomsel menggunakan metode K-Means Clustering,” J. Ilm. Teknol. dan Rekayasa, vol. 25, no. 1, pp. 76–88, 2020.
[8] R. T. Handoko, “Pengaruh kompetensi kerja dan beban kerja terhadap komitmen organisasional melalui kompensasi pada pegawai negeri sipil di badan kepegawaian daerah Provinsi Jawa Timur,” 2020, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
[9] S. Sedarmayanti and H. Haryanto, “Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja tenaga kependidikan fakultas kedokteran Universitas Padjadjaran,” J. Ilmu Adm. Media Pengemb. Ilmu Dan Prakt. Adm., vol. 14, no. 1, pp. 96–112, 2017.
[10] A. A. A. P. Mangkunegara, “Manajemen sumber daya manusia perusahaan,” 2011.
[11] E. Suswati, Motivasi kerja. Media Nusa Creative (MNC Publishing), 2022.
[12] I. N. Suryawan and A. Salsabilla, “Pengaruh kepuasan kerja, disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan,” Aksara J. Ilmu Pendidik. Nonform., vol. 8, no. 1, pp. 137–146, 2022.
[13] A. H. Maslow, Maslow on management. John Wiley & Sons, 1998.
[14] D. S. Possenriede and J. Plantenga, “Access to flexible work arrangements, working-time fit and job satisfaction,” Discussion Papers Series, 2011.
[15] L. M. I. Wardani and R. Firmansyah, Work-life balance para pekerja buruh. Penerbit NEM, 2021.
[16] D. Kembuan, R. A. M. Koleangan, and I. Ogi, “Pengaruh work life balance dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Sulutgo cabang utama di Manado,” J. Emba, vol. 9, no. 3, pp. 1257–1266, 2021.
[17] L. A. Kembuan and I. W. Sudarma, “Pemberdayaan potensi jemaat dalam membangun gereja misioner,” CHARISTHEO J. Teol. dan Pendidik. Agama Kristen, vol. 1, no. 1, pp. 87–101, 2021.
[18] P. Sofyan, “Pengaruh Fleksibilitas Kerja dan Work Life Balance dengan Pelatihan Kerja Sebagai Variabel Moderasi terhadap Kepuasan Kerja Konsultan di DKI Jakarta,” 2024, Universitas Mercu Buana Jakarta.
[19] J. Rizqiyah, “Pengaruh Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work Life Balance) Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan,” Agil. Lentera Manaj. Sumber Daya Mns., vol. 2, no. 01, pp. 15–20, 2024.
[20] N. T. Wardani and R. M. Dewi, “Pengaruh motivasi, kreativitas, inovasi dan modal usaha terhadap minat berwirausaha,” J. Manaj. Dan Kewirausahaan, vol. 9, no. 1, p. 93, 2021.
[21] M. I. Elmubarak, S. Puspita, and D. F. Satiadharmanto, “FLEKSIBILITAS KERJA DAN DINAMIKA RETENSI TENAGA MEDIS DIRUMAH SAKIT AL-SHIFA GAZA CITY: STUDI KUALITATIF DALAM KONDISI KRISIS,” J. Manaj. Almatama, vol. 4, no. 2, pp. 99–114, 2025.
[22] K. M. Shockley and T. D. Allen, “Motives for flexible work arrangement use,” Community. Work Fam., vol. 15, no. 2, pp. 217–231, 2012.
[23] L. Chusna and Y. Purwono Prihatmaji, “Kajian Small Office Home Office (SOHO) Pada Bidang Ekonomi Kreatif Terhadap Revolusi Industri 4.0,” 2020.
[24] A. Carlson, J. Betteridge, B. Kisiel, B. Settles, E. Hruschka, and T. Mitchell, “Toward an architecture for never-ending language learning,” in Proceedings of the AAAI conference on artificial intelligence, 2010, pp. 1306–1313.
[25] D. S. Carlson, J. G. Grzywacz, and K. Michele Kacmar, “The relationship of schedule flexibility and outcomes via the work‐family interface,” J. Manag. Psychol., vol. 25, no. 4, pp. 330–355, 2010.
[26] T. H. Handoko, “Manajemen personalia dan sumber daya manusia,” 2000.
[27] I. D. Pratiwi, “Fleksibilitas Kerja,” Manaj. Pengemb. Sumber Daya Mns., vol. 361, 2025.
[28] R. S. I. Pratiwi and S. Wartini, “Flexible Working Arrangements: Fleksibilitas Kerja dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Modern,” Bookchapter Manaj. SDM, vol. 1, pp. 91–116, 2025.
[29] A. H. Maslow and N. Iman, Motivasi dan kepribadian: teori motivasi dengan pendekatan hierarki kebutuhan manusia. Pustaka Binaman Pressindo, 1993.
[30] M. Selby, Understanding urban tourism: Image, culture and experience. Bloomsbury Publishing, 2003.
[31] L. Selby et al., “Receipt of preventive health services by IBD patients is significantly lower than by primary care patients,” Inflamm. Bowel Dis., vol. 14, no. 2, pp. 253–258, 2008.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






_uk501.png)

.2022-2026_uk200_pxl_.jpg)















.png)
3.png)
