EVALUASI RISIKO ISPA PADA RUMAH TINGGAL BERBASIS PM2.5 DAN KELEMBABAN MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC

  • Joniwarta Joniwarta Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Agus Hidayat Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Allan Desi Alexander Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Hendarman Lubis Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Abstract

Kelembapan tinggi pada rumah tinggal, khususnya pada material gipsum, berpotensi meningkatkan pertumbuhan jamur dan akumulasi partikel halus (PM2.5) yang berkontribusi terhadap risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko ISPA pada rumah tinggal dengan plafon/dinding gipsum lembap berdasarkan parameter konsentrasi PM2.5 dan kelembapan relatif (Relative Humidity/RH) menggunakan algoritma Fuzzy Logic. Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada standar kualitas udara World Health Organization (WHO) tahun 2021 yang menetapkan batas ambang PM2.5 sebesar 15 µg/m³ untuk rata-rata 24 jam sebagai pedoman kesehatan. Sistem monitoring dikembangkan berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor PMS5003 untuk pengukuran PM2.5 dan DHT22 untuk kelembapan yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32 serta dashboard pemantauan real-time. Hasil pengukuran selama 7 hari pada ruangan dengan gipsum lembap menunjukkan nilai RH rata-rata 73–82%, dengan konsentrasi PM2.5 berkisar antara 20–38 µg/m³, melampaui ambang WHO pada beberapa periode pengamatan. Analisis menggunakan metode Fuzzy Mamdani mengklasifikasikan kondisi tersebut ke dalam kategori “Waspada” hingga “Bahaya”, terutama ketika kelembapan tinggi memperkuat potensi pertumbuhan jamur dan bioaerosol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan algoritma Fuzzy Logic memberikan evaluasi risiko yang lebih adaptif dibandingkan metode threshold konvensional berbasis ambang WHO semata, karena mempertimbangkan interaksi antara PM2.5 dan kelembapan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengendalian kelembapan pada material gipsum dalam upaya pencegahan gangguan pernapasan di lingkungan rumah tinggal.

References

[1] A. Johansson, T. Svensson, and L. Ekberg, “Moisture buffering in gypsum board materials and its influence on indoor climate,” Building and Environment, vol. 145, pp. 395–404, 2018.
[2] J. H. Park, D. L. Cox-Ganser, and K. Kreiss, “Indoor dampness and mold and the health of building occupants,” Indoor Air, vol. 28, no. 3, pp. 342–356, 2018.
[3] A. M. Womble et al., “Mold exposure and respiratory health effects in damp indoor environments,” Environmental Health Perspectives, vol. 128, no. 5, pp. 1–10, 2020.
[4] World Health Organization, “WHO global air quality guidelines: particulate matter (PM2.5 and PM10), ozone, nitrogen dioxide, sulfur dioxide and carbon monoxide,” WHO, Geneva, Switzerland, 2021.
[5] World Health Organization, “Air quality guidelines for particulate matter, ozone, nitrogen dioxide and sulfur dioxide,” WHO Press, 2021.
[6] R. M. Jones, J. J. Recer, and M. E. Hwang, “Indoor PM2.5 concentrations in residential buildings: a review,” Science of the Total Environment, vol. 743, pp. 140-156, 2020.
[7] M. Mendell, A. Mirer, K. Cheung, M. Tong, and J. Douwes, “Respiratory and allergic health effects of dampness, mold, and dampness-related agents,” Indoor Air, vol. 21, no. 6, pp. 449–470, 2019.
[8] L. A. Zadeh, “Fuzzy sets,” Information and Control, vol. 8, no. 3, pp. 338–353, 1965.
[9] E. H. Mamdani and S. Assilian, “An experiment in linguistic synthesis with a fuzzy logic controller,” International Journal of Man-Machine Studies, vol. 7, no. 1, pp. 1–13, 1975.
[10] Z. Pang, Q. Chen, W. Han, and L. Zheng, “Value-centric design of the internet-of-things solution for food supply chain,” IEEE Internet of Things Journal, vol. 2, no. 4, pp. 256–270, 2015.
[11] J. Sundell, “On the history of indoor air quality and health,” Indoor Air, vol. 14, no. 7, pp. 51–58, 2004.
[12] A. H. Lee, K. H. Chan, and P. K. Yu, “Indoor air quality and respiratory health in residential buildings,” Building and Environment, vol. 160, pp. 106-118, 2019.
[13] J. Douwes, P. Thorne, N. Pearce, and D. Heederik, “Bioaerosol health effects and exposure assessment,” Annals of Occupational Hygiene, vol. 47, no. 3, pp. 187–200, 2003.
[14] M. Li, Y. Liu, and J. Wang, “Low-cost IoT-based indoor air quality monitoring system using PMS5003 sensor,” Sensors, vol. 22, no. 4, pp. 1–15, 2022.
[15] S. K. Jain and V. Kumar, “Fuzzy logic based indoor air quality assessment model,” Applied Soft Computing, vol. 97, pp. 106-120, 2021.
Published
2026-04-18
How to Cite
JONIWARTA, Joniwarta et al. EVALUASI RISIKO ISPA PADA RUMAH TINGGAL BERBASIS PM2.5 DAN KELEMBABAN MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC. Jurnal Manajamen Informatika Jayakarta, [S.l.], v. 6, n. 2, p. 182-194, apr. 2026. ISSN 2797-0930. Available at: <https://www.journal.stmikjayakarta.ac.id/index.php/JMIJayakarta/article/view/2377>. Date accessed: 19 apr. 2026. doi: https://doi.org/10.52362/jmijayakarta.v6i2.2377.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.